Perbedaan serta Penjelasan Kalibrasi dan Validasi

kalibrasi dan validasi

Dalam kalibrasi sektor farmasi pasti sudah tidak asing dengan istilah kalibrasi dan validasi Keduanya sering dilakukan industri farmasi peralatan yang digunakannya. Meskipun istilah ini sering dikaitkan dengan bidang farmasi, namun tidak semua apoteker industri dapat menjelaskan keduanya dengan rinci.

Secara umum fungsi dari kedua kegiatan tersebut adalah untuk memelihara peralatan farmasi yang digunakan dalam proses produksi kegiatan farmasi. Oleh karenanya kalibrasi dan validasi penting dilakukan dalam sektor farmasi. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, simak penjelasan berikut  :

Penjelasan Mengenai Kalibrasi dan Validasi

Jika Anda pernah mendengar istilah kalibrasi alat ukur, nah itulah proses kalibrasi, atau lebih lengkapnya dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai  penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap  standar ukur yang mampu tertelusur.

Prosedur kalibrasi menempatkan standar baku sebagai point utama dalam melakukan kalibrasi, standar ini digunakan untuk memastikan bahwa  alat yang dikalibrasi telah sesuai standar yang ditetapkan baik dalam skala nasional maupun  internasional. Sehingga dapat kita pahami bahwa kalibrasi adalah aktivitas membandingkan antara alat ukur dengan standar baku

Selain hal tersebut dalam kegiatan kalibrasi terdapat 2 hal point penting yang harus diperhatikan koreksi terhadap pengukuran alat serta ketidakpastian yang ditunjukkan atas hasil pengukuran tersebut. Rangkaian proses ini biasa jadi sangat rumit tergantung jenis alat yang dikalibrasi. 

Hal ini tidak mengherankan karena pada dasarnya kalibrasi adalah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Selain itu pula umumnya prosedur kalibrasi memiliki instruksi kerja untuk setiap peralatannya. Berdasarkan penjelasan tersebut apa sajakah alat-alat yang sering dilakukan kalibrasi? Simak selengkapnya berikut ini!

Alat – Alat yang Sering di Kalibrasi

Beberapa alat ukur yang dipakai dalam sektor medis dan farmasi dibawah ini membutuhkan prosedur kalibrasi secara berkala untuk menjaga konsistensi kekuatan dari pengukuran yang dilakukan alat tersebut. Alat-alat tersebut antara lain :

  • Timbangan
  • pH meter
  • Termometer
  • Thermohygrometer
  • Manometer
  • Putaran Mixer
  • Anemometer
  • Particle Counter
  • Balometer dll

Pengertian Validasi

Setelah mengetahui tentang kalibrasi, lantas bagaimana dengan validasi? Validasi adalah Tindakan untuk membuktikan konsistensi atas proses, prosedur atau metode dengan hasil yang diharapkan. Dalam pengertian lain validasi dapat dikatakan sebagai suatu tindakan pembuktian suatu sistem atau proses yang digunakan dalam produksi dan pengawasan agar mencapai hasil yang diinginkan.

Dalam sektor farmasi, Validasi dibutuhkan untuk validasi proses obat, validasi pembersihan dan validasi metode analisis. Jika dalam kalibrasi konsistensi yang diperhatikan adalah alat ukur sedangkan kegiatan validasi yang ditekankan adalah konsistensi atas sistem, proses, atau metodenya.

Validasi juga menekankan adanya dokumentasi atas kegiatan yang dilakukannya,ini berarti validasi memuat kegiatan apa saja, teknik yang dilakukan, teknik pengukuran, hasil kegiatan validasi, dan kriteria penerimaan validasi. Meskipun didalam pengertiannya tidak disinggung mengenai dokumentasi namun hal tersebut harus ditulis. Sementara itu untuk validasi harus disetujui pun lewat kualifikasi di awal, selengkapnya ada di bawah ini.3

Baca Juga : Kualifikasi dan Kalibrasi : Pengertian, Contoh, serta Perbedaannya

Perlu Anda ketahui bahwasannya sebelum melakukan validasi pastikan alat alat yang digunakan telah terkualifikasi sehingga dalam didapatkan konsistensi atas kegiatan validasi dapat diakui kebenarannya. Berdasarkan hal yang telah dijelaskan tersebut apa sajakah contoh validasi yang dilakukan dalam sektor farmasi itu? Simak selengkapnya berikut ini!

Kalibrasi

  • Diperuntukkan untuk peralatan ukur
  • Contohnya yaitu kalibrasi termometer, pH meter dalam rentang ukur dan satuan tertentu

Validasi

  • Diperuntukkan bagi metode, system, atau prosedur yang berstandar yang secara resmi digunakan dalam laboratorium pengujian secara rutin.
  • Contohnya jika sebuah laboratorium menggunakan metode SNI sebagai metode rutin, maka sebelumnya laboratorium harus melakukan verifikasi atas metode yang digunakan tersebut.

Contoh-Contoh Validasi

Seperti yang telah disinggung di awal pembahasan, validasi sering digunakan dalam industri farmasi agar hasil produksi senantiasa mencapai hasil yang diharapkan. Berikut contoh-contoh Validasi dalam industri farmasi diantaranya :  

  • Validasi Proses Pembuatan Produk Paracetamol Tablet 500 mg
  • Validasi Pembersihan Fluid Bed Dryer
  • Validasi Metode Analisis Pemeriksaan Paracetamol tablet 500 mg dengan metode HPLC.

Perbedaan Kalibrasi serta Validasi di dalam Tabel

Meskipun dalam proses kerjanya kalibrasi  dan validasi adalah dua hal yang berbeda,namun proses  keduanya masih sama-sama diperlukan oleh industri farmasi untuk menjaga konsistensi dari hasil  kerja dan sistem kerja yang dijalankan. 

Baik kalibrasi dan validasi akan membantu industri farmasi dan suatu hal yang penting dilakukan. Masih bingung tentang perbedaan keduanya? 

Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan Kalibrasi dan validasi, keduanya merupakan kegiatan yang berkaitan dengan sistem mutu, apabila suatu kegiatan industri farmasi tidak melakukan kegiatan tersebut besar kemungkinan peralatan yang digunakan mengalami  kerusakan atau penyimpangan pada hasil pengukuran sehingga menyebabkan penurunan kualitas produk.