Mengenal Ruang Lingkup Kalibrasi Kelistrikan Beserta Contoh Alat

ruang lingkup kalibrasi kelistrikan

Jika kita berbicara tentang kelistrikan, mungkin akan sangat banyak sekali alat ukur kelistrikan yang ada di dunia ini. Salah satu yang menjadi banyaknya alat ukur di ruang lingkup kelistrikan sebenarnya adalah karena kebutuhan dari banyaknya orang. Semakin ke sini, semakin banyak alat elektronik yang membutuhkan pengukuran yang presisi untuk membuatnya. Maka dari itu, dibutuhkan alat ukur kelistrikan yang semakin baru dan semakin update.

Dengan banyaknya alat ukur di ruang lingkup kelistrikan membuatnya memiliki tanggung jawab untuk alat ukur bisa mengukur apapun itu tentang kelistrikan dengan normal. Makanya, ada kalibrasi yang dapat membantu untuk memvalidasi dan memverifikasi apakah alat ukur kelistrikan bekerja dengan normal yang memberikan pengukuran sesuai standar atau tidak.

Kali ini, kita akan membahas ruang lingkup kalibrasi kelistrikan beserta contoh-contoh alat ukurnya yang perlu dilakukan kalibrasi.

Daftar Alat Ukur Ruang Lingkup Kalibrasi Kelistrikan

Di dalam ruang lingkup kalibrasi kelistrikan, ada banyak sekali alat ukur yang perlu untuk dikalibrasi secara rutin di antaranya:

  • Kalibrasi Multimeter
    Kalibrasi multimeter sangat penting untuk membuat multimeter bisa mengatur tegangan arus listrik yang tepat.
  • Kalibrasi DMM
    Kalibrasi DMM atau digital multimeter mungkin masih sama dengan multimeter pada pada umumnya.
  • Kalibrasi Multimeter Analog
    Kalibrasi multimeter analog berguna sekali untuk memverifikasi apakah multimeter analog memiliki pengukuran yang pas atau tidak.
  • Kalibrasi Fluke 87V
    Kalibrasi Fluke 87V memberikan resolusi dan akurasi untuk memecahkan masalah penggerak motor, otomatisasi pabrik, distribusi daya, dan peralatan elektromekanis secara efisien, bahkan di lokasi yang bising, berenergi tinggi, dan di ketinggian tinggi.
  • Kalibrasi Resistance Meter
    Kalibrasi resistance meter diperlukan agar mendeteksi cacat listrik dengan mengukur resistansi komponen listrik dan kabel bisa berjalan dengan baik.
  • Kalibrasi Ohm Meter
    Kalibrasi ohm meter berguna sekali untuk membuatnya bisa bekerja dengan baik dan bisa sesuai dengan standar pengukurannya.
  • Kalibrasi Capasitance Meter
    Untuk pekerjaan kalibrasi capacitance meter adalah fungsi keluaran pada kalibrator multifungsi untuk mengaktifkan kalibrasi multimeter dan alat pengukur lainnya.
  • Kalibrasi Inductance Meter
    Kalibrasi inductance meter proses yang sangat penting untuk memastikan bahwa Inductance Meter atau alat pengukur induktansi memberikan pengukuran yang akurat dan dapat diandalkan.
  • Kalibrasi LCR Meter
    Kalibrasi LCR meter adalah dengan mengukur arus yang mengalir ke target pengukuran dan tegangan melintasi terminal target pengukuran.
  • Kalibrasi Impedance Meter
    Kalibrasi impedance meter pada dasarnya terdiri dari kalibrasi terbuka, pendek, dan beban. Anda dapat melakukan kalibrasi kapasitor low-loss opsional selain kalibrasi buka/pendek/beban. Kalibrasi impedance meter diterapkan hanya pada parameter impedansi
  • Kalibrasi Battery Analyzer
    Meskipun penguji baterai modern cenderung memiliki tingkat akurasi yang baik, sebaiknya diingat bahwa alat ini hanya ditujukan untuk indikasi, perlu adanya kalibrasi battery analyzer.
  • Kalibrasi Tang Ampere
    Tang ampere juga harus dikalibrasi. Kalibrasi tang ampere sangat penting untuk menentukan apakah ada kesalahan pengukuran atau tidak.
  • Kalibrasi Clamp Meter
    Kalibrasi clamp meter adalah proses verifikasi dan penyesuaian akurasi clamp meter. Meter penjepit, juga dikenal sebagai penjepit arus atau penjepit amp, adalah perangkat pengujian listrik serbaguna yang digunakan untuk mengukur aliran arus dalam konduktor listrik tanpa memerlukan kontak listrik langsung.
  • Kalibrasi Voltmeter
    Semua multimeter (instrumen multi-range yang digunakan untuk mengukur voltase, arus, dan resistansi) harus diverifikasi dalam kalibrasi voltmeter tidak kurang dari sekali per tahun.
  • Kalibrasi Amperemeter
    Kalibrasi amperemeter juga sangat penting. Setiap peralatan pengujian atau pengukuran harus dikalibrasi ulang dari waktu ke waktu. Dianjurkan untuk melakukan layanan ini setiap 6 – 12 bulan.
  • Kalibrasi Osiloskop
    Kalibrasi osiloskop merupakan kegiatan atau proses untuk memastikan bahwa osiloskop memberikan pengukuran yang akurat dan konsisten. Osiloskop adalah alat yang digunakan untuk memvisualisasikan sinyal listrik dalam bentuk gelombang.
  • Kalibrasi Insulation Meter
    Kalibrasi insulation meter adalah proses memverifikasi dan menyesuaikan keakuratan meteran isolasi, juga dikenal sebagai megohmmeter atau penguji resistansi isolasi. Meter isolasi digunakan untuk mengukur resistansi isolasi bahan isolasi listrik, seperti kabel, kabel, transformator, dan motor.
  • Kalibrasi Resistor
    Kalibrasi resistor adalah proses yang sangat penting. Caranya adalah dengan resistor direndam dalam penangas minyak yang diaduk dengan baik yang beroperasi pada suhu 23 °C yang dipantau oleh termometer merkuri dalam kaca yang ditempatkan di tengah.
  • Kalibrasi Kapasitor
    Kapasitor adalah komponen listrik yang menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik, mirip dengan baterai isi ulang. Mereka terutama digunakan di sirkuit elektronik untuk menyimpan tegangan dan sering digunakan dalam catu daya, penyearah, dan input daya mikroprosesor. Maka dari itu kalibrasi kapasitor perlu rutin dilakukan.
  • Kalibrasi Harmonisa Meter
    Alat ini digunakan untuk mengukur dan menganalisis harmonisa pada sinyal listrik yang dapat mempengaruhi kualitas daya. Kalibrasi harmonisa meter memang sangat penting.
  • Kalibrasi Power Meter
    Kalibrasi power meter penting untuk memastikan pembacaan daya yang direkam agar dijamin akurat.
  • Kalibrasi Watt Meter
    Kalibrasi watt meter harus dihitung dengan akurat arus melalui kumparan arus, I dihitung dengan mengukur penurunan tegangan pada resistor standar R menggunakan potensiometer yaitu, IR = VR/R.
  • Kalibrasi Power Quality Analyzer
    Kalibrasi power quality analyzer adalah proses verifikasi dan penyesuaian keakuratan penganalisa kualitas daya. Power quality analyzer adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis berbagai parameter daya listrik, termasuk tegangan, arus, frekuensi, harmonik, dan karakteristik kualitas daya lainnya.
  • Kalibrasi Kwh Meter
    Metode kalibrasi KWh meter digital yang umum digunakan adalah metode waktu, di mana KWh meter digunakan sebagai standar untuk melakukan kalibrasi.
  • Kalibrasi Energy Meter
    Kalibrasi energy meter adalah proses yang diperlukan untuk menentukan dan mengurangi kesalahan saat energi diukur. Kesalahan dalam pengukur energi dapat disebabkan oleh berbagai sumber seperti transformator tegangan, kesalahan transformator arus karena sudut fasa, osilator kristal, dll.
  • Kalibrasi Solar Meter
    Kalibrasi solar meter adalah proses memverifikasi dan menyesuaikan keakuratan meteran ini atau meteran tenaga surya. Solar meter digunakan untuk mengukur berbagai parameter yang berkaitan dengan energi matahari, seperti radiasi matahari, keluaran tenaga surya, kinerja panel surya, dan efisiensi energi matahari.
  • Kalibrasi Thd Meter
    Kalibrasi THD meter (Total Harmonic Distortion) adalah proses untuk memastikan bahwa THD meter memberikan pengukuran yang akurat dan konsisten terkait distorsi harmonik total dalam suatu sinyal listrik.
  • Kalibrasi Phase Detector
    Kalibrasi phase detector adalah proses memverifikasi dan menyesuaikan keakuratan alat ini. Phase detector adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengukur perbedaan fase antara dua sinyal atau untuk menyinkronkan fase sinyal.
  • Kalibrasi Earth Tester
    Kalibrasi earth tester atau ground earth tester memberi Anda hasil yang akurat dengan melakukan kalibrasi ulang setiap tahun.
  • Kalibrasi Grounding Tester
    Grounding tester sangat penting untuk dilakukan kalibrasi agar menjaga keamanan dalam bekerja, paling tidak kalibrasi grounding tester dilakukan setahun sekali.
  • Kalibrasi Megger 15kv
    Kalibrasi megger 15kv sangat penting untuk menjaga alat ukur ini bisa membaca dengan tepat dan akurat.
  • Kalibrasi Earth Clamp
    Kalibrasi earth clamp merupakan proses memverifikasi dan menyesuaikan keakuratan meteran ini.
  • Kalibrasi Voltage Source
    Kalibrasi voltage source berguna untuk cari tahu seberapa jauh sumber dari nilai yang diinginkan dengan mengukur tegangan output sumber aktual dan kemudian menghitung serangkaian faktor penyesuaian untuk membawa output ke kalibrasi.
  • Kalibrasi Inductor
    Kalibrasi inductor adalah proses verifikasi dan penyesuaian akurasi induktor, yang merupakan komponen elektronik pasif yang digunakan untuk menyimpan dan melepaskan energi listrik dalam bentuk medan magnet.
  • Kalibrasi Inductance Meter
    Kalibrasi inductance meter adalah proses verifikasi dan penyesuaian keakuratan dari alat ukur di ruang lingkup kelistrikan ini.
  • Kalibrasi HV Meter
    Kalibrasi HV meter dapat mengacu pada proses verifikasi dan penyesuaian keakuratan meteran tegangan tinggi. HV meter, juga dikenal sebagai penguji tegangan tinggi atau probe tegangan tinggi, digunakan untuk mengukur tegangan tinggi dalam sistem kelistrikan.
  • Kalibrasi Source Ampere
    Kalibrasi source ampere digunakan untuk mencari sumber arus ampere agar akurat dan juga tepat.
  • Kalibrasi Watt Source
    Kalibrasi watt source berguna sekali untuk alat ukur bisa mencari arus listrik yang tepat dan juga presisi.
  • Kalibrasi Megaohm Meter
    Megaohm meter digunakan untuk mengukur resistansi isolasi konduktor listrik, kabel, dan komponen. dalam ruang lingkup kelistrikan, kalibrasi megaohm meter perlu dilakukan supaya pengukuran tetap akurat.
  • Kalibrasi Phase Meter
    Dan terakhir untuk kalibrasi phase meter berguna untuk memastikan bahwa meteran fase memberikan pengukuran yang akurat dan konsisten terkait perbedaan fase antara dua sinyal listrik.

Dari banyaknya alat ukur di atas, mungkin yang menjadi alat ukur kelistrikan yang sudah sangat umum adalah digital multimeter atau DMM. Digital multimeter mengacu pada alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter listrik, seperti tegangan, arus, resistansi, dan terkadang kapasitansi, frekuensi, dan suhu. Digit dalam spesifikasi DMM menunjukkan jumlah digit tampilan atau hitungan yang dapat disediakan multimeter untuk pembacaan pengukuran. Berikut rincian spesifikasi DMM yang umum:

  • DMM 3,5 Digit: DMM dengan tampilan 3,5 digit dapat menampilkan maksimal 3 digit penuh (0-9) dan satu setengah digit (biasanya hanya menampilkan 0 atau 1).
  • DMM 4,5 Digit: DMM dengan tampilan 4,5 digit dapat menampilkan maksimal 4 digit penuh (0-9) dan satu setengah digit. Ini memungkinkan untuk menampilkan bacaan hingga 19.999 (19.999 hitungan).
  • DMM 5,5 Digit: DMM dengan tampilan 5,5 digit dapat menampilkan maksimal 5 digit penuh (0-9) dan satu setengah digit. Hal ini memungkinkan untuk menampilkan bacaan hingga 199.999 (hitungan 199.999).
  • DMM 6,5 Digit: DMM dengan tampilan 6,5 digit dapat menampilkan maksimal 6 digit penuh (0-9) dan satu setengah digit. Ini memungkinkan untuk menampilkan bacaan hingga 1.999.999 (1.999.999 hitungan).

Selain DMM, ada juga insulation tester yang merupakan alat untuk mengukur atau menguji resistansi isolasi kabel. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko sengatan listrik dan korsleting yang disebabkan oleh masalah isolasi perangkat listrik, komponen, dan peralatan lainnya. Dengan menggunakan insulation tester, perangkat ini dapat digunakan dengan aman dan terjamin.

Beberapa Bidang Pekerjaan yang Memakai Alat Ukur Kelistrikan

Dari penjelasan di atas, mungkin kita bisa menarik kesimpulan jika alat kelistrikan ini bisa digunakan di berbagai bidang pekerjaan. Mungkin seperti jasa instalasi listrik di rumah yang baru, atau untuk membuat server di sebuah bangunan, perlu sekali adanya alat kelistrikan ini.

Bahkan, digital multimeter pun juga banyak digunakan di berbagai rumah dan memang kepemilikan pribadi untuk service TV, radio, dan peralatan listrik rumah tangga lainnya.

Kesimpulan

Sangat banyak bukan ruang lingkup kalibrasi kelistrikan? Dalam penggunaannya yang profesional memang dituntut untuk memberikan pengukuran yang sangat presisi demi keselamatan dalam bekerja. Maka dari itu, jika Anda memiliki alat ukur kelistrikan seperti yang disebutkan di atas, perlu kalibrasi yang pasti direkomendasikan oleh produsen alat kelistrikan tersebut.