Penjelasan Ruang Lingkup Kalibrasi Densitas dan Kepadatan, Wajib Tau!

ruang lingkup kalibrasi densitas dan kepadatan

Densitas dan kepadatan menjadi salah satu ruang lingkup kalibrasi. Mungkin hal ini memang tidak banyak yang tahu bahkan mungkin saja ada yang masih belum tahu sebenarnya untuk apa harus mengukur densitas dan kepadatan dari sebuah objek. 

Densitas atau massa jenis merupakan pengukuran massa per satuan volume benda memperhitungkan berapa banyak massa yang terkandung dalam setiap volume tertentu. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar massa yang dimiliki dalam setiap volumenya. Massa jenis rata-rata benda dapat dihitung dengan membagi total massa benda dengan total volume yang dimilikinya.

Di dalam ruang lingkup kalibrasi ini, perlu Anda ketahui jika melakukan kalibrasinya harus sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk lebih memahami tentang ruang lingkup kalibrasi densitas dan kepadatan, mari kita kulik di bawah ini!

Berikut Merupakan Alat Ukur Ruang Lingkup Kalibrasi Densitas dan Kepadatan

Jika Anda ingin lebih memahami tentang ruang lingkup kalibrasi densitas dan kepadatan, mungkin Anda akan lebih memahaminya dari contoh alat ukur densitas, apalagi kalau bukan hydrometer.

  • Kalibrasi Hydrometer
    Hydrometer biasanya dibuat dari kaca dan terdiri dari batang silinder dan bola lampu. Bohlam ditimbang dengan merkuri atau tembakan timah untuk memastikannya mengapung dalam posisi tegak. Untuk menguji cairan, cairan dituangkan ke dalam wadah yang tinggi, sering berupa silinder ukur, dan hydrometer dengan hati-hati dibenamkan ke dalam cairan hingga mengapung bebas. Titik di mana permukaan cairan menyentuh batang hydrometer sesuai dengan nilai gravitasi spesifik.
    Hydrometer biasanya menampilkan skala internal, memungkinkan pengguna untuk membaca berat jenis. Skala yang berbeda digunakan untuk berbagai aplikasi.
    Kalibrasi hydrometer dilakukan berdasarkan tujuan penggunaannya. Misalnya, laktometer mengukur kepadatan (kekentalan) susu, sakarometer menilai kepadatan gula dalam cairan, sedangkan pengukur alkohol menentukan kadar alkohol yang lebih tinggi dalam minuman keras.
    Prinsip kerja hydrometer bergantung pada prinsip Archimedes: benda padat yang terendam dalam fluida mengalami gaya apung yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh bagian benda padat yang terendam. Kedalaman hydrometer tenggelam, mengingat beratnya, ditentukan oleh kerapatan fluida. Gagang hydrometer dikalibrasi untuk memberikan pembacaan numerik.

Contoh Bidang Pekerjaan yang Menggunakan Alat Ukur Densitas dan Kepadatan

Alat ukur yang satu ini biasanya ada di dalam bidang pekerjaan otomotif atau industri. Di dalam dunia otomotif, hydrometer sangat berguna untuk mengecek kepadatan dari aki terutama untuk aki basah. Aki basah mengandung cairan elektrolit yang harus diukur dengan menggunakan hydrometer.

Selain itu, di industri aki basah juga sangat bergantung kepada hydrometer ini untuk menunjukkan kualitas dari aki basah tersebut sebelum akhirnya dijual secara masif.  

Kesimpulan

Adanya hydrometer di dalam ruang lingkup kalibrasi densitas dan kepadatan memang menjadi satu-satunya. Walaupun sebenarnya hydrometer ini memiliki banyak sekali jenisnya, akan tetapi jika ditanya metode kalibrasinya sama atau tidak, jawabannya memang sama.