Mengenal MRO (Maintenance Repair Operation) Beserta Fungsi dan Alat Ukur yang Ada Di Dalamnya

Maintenance Repair Operation

Dunia industri memang sedang berkembang untuk sekarang ini. Terbukti di manapun daerahnya di Indonesia sudah mulai menjamur kawasan industrinya. Dengan perkembangan tersebut, tentu saja memahami berbagai istilah yang ada di dalam dunia industri sangatlah penting. Ada satu yang sangat penting dan harus diperhatikan semua industri, yaitu istilah tentang MRO (Maintenance Repair Operation).

Apa itu MRO? Dan apa saja fungsinya yang penting di dalam operasional pengerjaan di industri demi kemajuan dan juga keselamatan kerja? Mari kita cari tahu di sini!

Penjelasan Mengenai MRO dalam dunia Industri

MRO adalah singkatan dari Maintenance, Repair and Operations (Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi) yang mengacu pada peralatan, perkakas, dan aktivitas yang terkait dengan operasi bisnis sehari-hari. Ini tidak mencakup material, produk, dan layanan yang langsung digunakan dalam produksi, melainkan lem yang merekatkan semuanya. 

MRO dapat mencakup pemeliharaan HVAC (pemanasan, ventilasi, dan pendingin udara), penerangan fasilitas, layanan kebersihan, mesin CNC (Control Numeric Computer), mesin bor, forklift, dongkrak, APD, perkakas tangan bertenaga dan manual, kain pel, sapu, dan bahkan furniture.

MRO dapat berupa kegiatan pemeliharaan rutin dan terencana, disebut juga MRO preventif; hal ini dapat bersifat prediktif, ketika data menunjukkan mesin mengalami kerusakan dan memerlukan pemeliharaan; atau bisa juga bersifat korektif, setelah suatu kejadian terjadi.

Fungsi MRO dalam Industri

Bagaimana? Sudah jelas tentang pengertian dari MRO? Sekarang kita masuk ke pembahasan tentang fungsinya.

Setiap perusahaan atau industri perlu sekali memahami fungsi penting dari adanya MRO. Ini merupakan dasar yang digunakan dari perusahaan sukses untuk mengetahui fungsi MRO dan memaksimalkan fungsi tersebut.

Dapat Mengidentifikasi Produk yang Berbeda

Pada sebuah perusahaan, seringkali mengadopsi spesifikasi produk yang unik. Oleh karena itu, sangat vital bagi tim maintenance, perbaikan, dan operasi untuk secara cermat menganalisis serta mengidentifikasi karakteristik produk tersebut.

Selain itu, dalam hubungan dengan para pemasok yang memasok barang ke industri, perlu dipastikan bahwa produk-produk yang diberikan oleh pemasok sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh organisasi. Ini juga berperan dalam meminimalkan pemborosan sumber daya dan biaya yang tidak perlu.

Memilih Vendor atau Supplier yang Tepat

Kedua adalah masalah pemilihan vendor atau supplier yang tepat. Perlu Anda ingat dan ketahui apabila setiap supplier memiliki kualitas dan juga kapasitas yang berbeda-beda. Dengan ini, Anda harus sangat memperhatikan bagaimana kualitas dari vendor atau supplier tersebut agar Anda tidak melakukan pemborosan untuk biaya MRO yang tidak perlu.

Yang perlu Anda perhatikan saat pemilihan vendor adalah:

  • Pemasok atau vendor memiliki status resmi.
  • Penawaran yang disampaikan masih dalam batasan anggaran perusahaan.
  • Proses pembayaran menjadi lebih mudah dilakukan.

3 Tahapan Proses MRO

MRO itu sangat penting, kita harus sepakat dengan keputusan tersebut. Tetapi yang menjadi masalah di kebanyakan industri adalah kurang pahamnya tentang tahapan proses MRO itu sendiri. padahal, dengan Anda memahami tahapan proses ini, Anda bisa menghemat pengeluaran biaya dari perusahaan Anda.

Anda tidak harus menggunakan alat ukur yang serba mahal yang nantinya akan membuatnya jauh lebih mahal daripada tingkat pendapatan. Tingkat produksi yang tidak seberapa, menggunakan alat yang mahal dan spesifikasi yang sangat tinggi, tentu saja itu tidak optimal bukan?

Berikut adalah 3 tahapan proses MRO yang perlu untuk Anda ketahui.

Mengidentifikasi Kebutuhan Perusahaan

Pertama, kita harus tahu apa yang perusahaan butuhkan. Ini bisa berupa peralatan, suku cadang, bahan, atau jasa yang diperlukan untuk menjaga perusahaan tetap berjalan lancar.

Proses Pengadaan Barang Sesuai Kebutuhan

Setelah kita tahu apa yang diperlukan, kita akan mencari dan memilih pemasok yang tepat. Ini melibatkan negosiasi harga dan syarat pembayaran, serta pembuatan kontrak jika diperlukan.

Penggunaan Barang

Barang-barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok digunakan sesuai kebutuhan perusahaan. Ini bisa termasuk penggunaan peralatan, suku cadang, atau jasa untuk menjalankan operasi perusahaan. Selama penggunaan, peralatan juga perlu dipelihara dan kualitas barang dan jasa harus dipantau untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik.

Daftar Alat Ukur  yang Sering Dipakai dalam MRO

Sebenarnya, ada banyak sekali barang atau alat ukur yang sering dipakai dalam MRO. Barang-barang tersebut di antaranya adalah:

  • Infrared Camera: Instrumen ini digunakan untuk mendeteksi suhu pada permukaan dengan visualisasi gambar inframerah.
  • Infrared Thermometer: Termometer inframerah mengukur suhu objek tanpa kontak fisik.
  • Multimeter: Alat untuk mengukur berbagai parameter listrik seperti tegangan, arus, dan resistansi.
  • Power Quality Analyzer: Instrumen yang dapat membantu untuk memantau dan menganalisis kualitas daya listrik di dalam jaringan listrik.
  • Photovoltaic Tester: Instrumen ini berguna sekali untuk menguji panel surya dan sistem fotovoltaik yang ada pada sistem energi yang terbarukan.
  • Earth Grounding Tester: Earth grounding tester sangat berguna untuk mengukur resistansi tanah dan sistem pentanahan.
  • EV Tester: Alat untuk menguji electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik dan stasiun pengisian EV.
  • Insulation Tester: Instrumen pengujian yang digunakan untuk mengukur resistansi isolasi dalam peralatan listrik.
  • Gas Analyzer: Instrumen analisis yang berguna untuk mengukur dan menganalisis komponen gas dalam suatu sampel.
  • Flow Meter: Alat untuk mengukur aliran cairan atau gas dalam pipa.
  • Clamp Meter: Multimeter yang dapat mengukur arus tanpa memutus sirkuit.
  • Data Logger: Alat yang merekam dan menyimpan data dari berbagai sensor dan instrumen.
  • Power Supply: Sumber daya listrik yang digunakan untuk memberikan daya pada peralatan elektronik.
  • Dehumidifier: Digunakan untuk mengurangi kelembapan udara di lingkungan tertentu.
  • Distance Meter: Alat untuk mengukur jarak dengan akurasi.
  • Multifunction Calibrator: Alat kalibrasi yang dapat mengatur dan mengukur berbagai parameter.
  • Oscilloscope: Instrumen untuk memvisualisasikan sinyal listrik dalam bentuk gelombang.
  • Function Generator: Alat untuk menghasilkan sinyal gelombang berbeda.
  • Spectrum Analyzers: Sangat penting untuk digunakan dalam menganalisis spektrum frekuensi sinyal.
  • Process Calibrator: Alat untuk mengkalibrasi dan mengukur parameter dalam proses industri.

Kesimpulan

MRO sering diabaikan, namun merupakan bagian penting dalam berbisnis. Hal ini memastikan fasilitas, peralatan, sistem dan peralatan tersedia, dipelihara dan aman untuk digunakan. Karena dampak MRO terhadap biaya, produktivitas, dan keselamatan, sebagian besar bisnis mendigitalkan proses MRO untuk mengoptimalkan tingkat inventaris, menyederhanakan pengadaan, meningkatkan hubungan rantai pasokan, dan menghindari kegagalan peralatan.